top of page

Apakah Micro Series Merupakan Masa Depan? (Part 1: Kacamata PH)

Diperbarui: 6 hari yang lalu

Jika kita melihat sosial media dan platform video berdurasi singkat, mulai banyak ditemukan potongan klip dari Drama Cina (Dracin) yang disertai dengan dubbing AI. Fenomena yang tadinya dianggap sebagai tren semata ternyata memberi impact yang jauh lebih besar. Perusahaan media seperti MNC mulai tancap gas mengadaptasi format drama pendek ala Dracin ke dalam bentuk Sinetron Digital.


Mengapa brand mulai melirik format micro series?

Meskipun awalnya terlihat ragu, saat ini banyakĀ brandĀ mulai menjadikanĀ micro-seriesĀ sebagai pilar diversifikasi saluran pemasaran mereka. Delloite Global juga memprediksi bahwa video pendek akan terus mendominasi konsumsi media digital dengan retensi audiens di atas 60% dibandingkan format video biasa (Arkenberg, C. 2025).


  1. Menyediakan ekosistem yang tepat

Jika anda terbiasa memproduksi iklan berdasarkan brief klien, anda harus melakukan penyesuaian di industri micro-series. Anda tidak lagi membuat satu video, melainkan konten berkuantitas banyak dalam waktu yang singkat. Berikut adalah beberapa langkah krusial untuk menyiapkan ekosistem PH Anda:

  • Transisi tenaga kerja. Pertimbangkan untuk mengalihkan sistem kru kontrak per proyek menjadi timĀ in-house.

  • Hire crew yang sudah terbiasa dengan demand tinggi. Rekrut crew yang sudah terbiasa bekerja episodic (contoh: crew sinetron & FTV)

  • Optimalisasi Lokasi. Cari lokasi dengan ekosistem yang lengkap dimana di satu lokasi terdapat beberapa set.

  • Investasi alat. Investasi pada alat-alat penting seperti lampu, kamera, lensa, tripod, hingga slider.


Takeaways: Systemize your production to cater not to cater ā€˜made to order’ system but to batching system. Sinetron ā€˜works’ for a reason.



  1. Mengejar margin lewat compounding

Definisi ā€˜micro-series’ biasanya berkaitan erat dengan ā€˜budget kecil’. Strategi finansial untuk micro-series bukan tentang mengambil margin besar dari satu judul. Targetkan untuk mendapatkan minimal 2 hingga 3 proyekĀ micro-seriesĀ secara bersamaan atau berdekatan. Dengan sistem produksi yang sudah terstandarisasi, margin keuntungan akan bertumpuk (compounding) seiring bertambahnya volume produksi.


Takeaways: Margin di micro series akan terjadi dari compounding beberapa project. Di industri micro-series, lebih baik anda all-in mempersiapkan ekosistem sales & produksi daripada setengah-setengah.



  1. Persiapan yang matang

Minat pasar di industri micro-series tergolong agresif. Standar industri untukĀ micro-seriesĀ biasanya berkisar padaĀ 30 episode dengan durasi 2-3 menit per episode, yang diselesaikan hanya dalam 3 hari produksi. Artinya, anda harus mampu memproduksi 10 episode per hari. Untuk mencapai titik ini, ada beberapa hal yang harus anda siapkan:

  • Naskah yang efisien. Cerita harus didesain secara efektif untuk shooting 10 episode dalam 1 hari, namun memilikiĀ hookĀ danĀ cliffhangerĀ yang kuat di setiap akhir episode untuk menjaga retensi penonton.

  • Minimalisir pergerakan produksi. Hindari berpindah lokasi terlalu banyak saat shooting dan pastikan kru bekerja dengan efektif.

  • Edukasi client mengenai Quality Control (QC). Jelaskan pada client bahwa sistem QCĀ micro-seriesĀ berbeda dengan iklan komersial, dimana tidak ada waktu untuk mengecek setiap frame yang diambil dan QC akan lebih banyak terjadi saat fase post-pro.


Takeaways: Kata sistem menjadi hal yang penting. Persiapan yang matang dimulai dari penulisan cerita hingga tahap produksi.



Kesimpulan

Micro-series bukan sekadar tren musiman, melainkan evolusi dari cara kita bercerita di era digital. Jika anda memiliki insight lain, yuk berdiskusi di kolom komentar agar kita bisa saling belajar. Di artikel berikutnya, saya akan membagikan tentang apa saja yang perlu diketahui oleh sebuah Brand sebelum mereka memutuskan untuk terjun ke dunia Micro-Series.Ā Stay tuned!




*Arkenberg, C. 2025. Short-form serials are gaining viewers and empowering independent studios. https://www.deloitte.com/us/en/insights/industry/technology/technology-media-and-telecom-predictions/2026/short-form-video-series.html


Adhyatmika adalah Co-Founder dan Chief Executive Officer dari rumah produksi Imajinasi. Lulusan LASALLE College of the Arts, Singapura (2009), Adhyatmika telah berkarya lebih dari satu dekade sebagai sutradara film, serial, dan iklan. Read More


bottom of page