top of page

Bagaimana caranya kerja sama dengan OTT Indonesia?

(ā€œLove Ice Creamā€, serial yang dikembangkan Imajinasi untuk platform Vidio)

  1. Karyamu harus memiliki identitas lokal yang kuat

Di tengah dominasi referensi Hollywood dan drama Korea yang semakin masif, beberapa OTT justru menekankan pentingnya mempertahankan identitas lokal dalam sebuah karya. Menjadikan drama korea atau serial barat lainnya sebagai referensi bukan hal yang harus dihindari, namun karya anda berpotensi kehilangan identitasnya. Beberapa contoh keberhasilan konten lokal yang diterima secara global justru datang dari cerita yang sangat dekat dengan akar budayanya sendiri, seperti:


  • Konflik keluarga yang khas Indonesia.

  • Visual yang familiar dengan penonton Indonesia

  • Humor lokal yang relevan

  • Karakter yang lahir dari ragam kultur Indonesia


Identitas lokal bukan hambatan, melainkan nilai plus yang membedakan karya anda dari ribuan karya lainnya.



(ā€œLove Ice Creamā€, serial yang dikembangkan Imajinasi untuk platform Vidio)

  1. Integritas production house menjadi faktor pertimbangan utama


Reputasi menjadi aset paling penting bagi sebuah production house agar bisa menjalankan kerja sama dengan OTT di Indonesia. Pertimbangan utama mereka adalah reputasi, portofolio, dan bagaimana sebuah tim bisa konsisten menghasilkan karya berkualitas. Ketika platform distribusi mengevaluasi sebuah production house, mereka akan mempertimbangkan beberapa hal berikut:


  • Konsistensi kualitas karya

  • Kemampuan menyelesaikan proyek tepat waktu

  • Pengalaman menangani berbagai skala produksi

  • Profesionalisme dalam bekerja sama dengan berbagai stakeholder


Pentingnya menjaga attitude dan hubungan baik dengan klien hingga kru untuk menjaga reputasi production house anda. Reputasi yang baik akan membuat nama production house terus direkomendasikan dari satu proyek ke proyek berikutnya.


(ā€œLove Ice Creamā€, serial yang dikembangkan Imajinasi untuk platform Vidio)


  1. Pahami target audience

Setiap platform OTT sudah memiliki segmentasi penontonnya masing-masing. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan production house saat melakukan pitching adalah terlalu fokus dengan cerita dan budget, hingga lupa bahwa platform OTT umumnya memiliki jenis konten dan kelompok audiens yang sudah terbentuk.

  • Penonton laki-laki usia muda cenderung memiliki minat tinggi terhadap genre action dan thriller, contohnya serial ā€œPertaruhanā€ di Vidio.

  • Penonton perempuan dewasa lebih tertarik pada serial drama dengan konflik keluarga dan hubungan interpersonal yang kuat, contohnya serial ā€œIpar adalah Mautā€ di Netflix.

  • Penonton perempuan usia remaja biasanya tertarik pada cerita romance dan coming-of-age, contohnya serial ā€œSecret High Schoolā€ di Viu.

Memahami target audience karya anda membantu distributor untuk mengetahui apakah ide yang diajukan sesuai dengan kebutuhan audiens yang dituju. Semakin jelas konsep dan target audience, semakin mudah bagi pihak OTT untuk melihat potensi distribusi dari karya anda.


(ā€œLove Ice Creamā€, serial yang dikembangkan Imajinasi untuk platform Vidio)


  1. Rancang strategi marekting sejak tahap pra-produksi

Pemilihan pemain tidak hanya berdasarkan kemampuan akting, tetapi juga mempertimbangkan relevansi mereka terhadap target audience yang ingin dicapai. Sebagai contoh, saat mengembangkan serialĀ Love Ice Cream, Mawar de Jongh dipilih karena target market yang dituju adalah penonton remaja dan dewasa muda. Pendekatan ini umum digunakan karena casting sering kali menjadi faktor yang memengaruhi minat awal penonton terhadap sebuah proyek. Beberapa indikator lain yang dapat digunakan saat hendak merang strategi marketing antara lain:


  • Jumlah pengikut pemeran utama di media sosial

  • Performa karya dengan genre serupa di pasar

  • Engagement audience terhadap cerita dan aspek lain pada karya serupa


Semakin kuat argumentasi data yang disajikan, semakin besar kepercayaan distributor terhadap potensi proyek tersebut


(ā€œLove Ice Creamā€, serial yang dikembangkan Imajinasi untuk platform Vidio)


  1. Mampu bekerja dalam tim

Skala kerja dalam memproduksi serial jauh lebih besar, sehingga dibutuhkan sistem kolaborasi yang jauh lebih kompleks dibandingkan produksi film. Contohnya, dalam pengembangan serial, proses penulisan biasanya dilakukan melalui writers' room, yaitu sistem kerja kolaboratif yang melibatkan beberapa penulis dalam satu proyek. Melalui writers' room, penulis akan fokus melakukan:


  • Mengembangkan karakter secara mendalam

  • Menjaga kesinambungan antar episode

  • Menghasilkan ide melalui diskusi kolektif.


Bukan hanya penulis, tapi semua departemen juga akan melibatkan lebih banyak kru di dalamnya. Tim yang mampu bekerja sama akan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan dan pace shooting yang cepat.


Kesimpulan

Bekerja sama dengan OTT bukan hanya soal memiliki cerita yang menarik, tetapi memiliki persiapan yang matang sehingga bisa mendapatkan kepercayaan dari distributor dan menemukan audiens yang tepat. Konsultasi dengan kami sekarang untuk tahu informasi selanjutnya, GRATIS!

Ingin tahu bagaimana merancang strategi produksi yang efisien untuk brand anda?Ā Konsultasi gratis sekarang.


Erven Jovanka adalah seorang creative writer yang telah memenangi beberapa penghargaan dalam bidang kreatif dan penulisan. Erven dikenal karena kemampuannya dalam menganalisis brief dan menerjemahkannya menjadi karya yang menarik dan orisinal. READ MORE



Ā 
Ā 
bottom of page