Apa yang harus dilakukan jika ingin melakukan rebranding?
Rebranding sering kali menjadi momen krusial bagi sebuah perusahaan. Brand refresh ini dilakukan untuk menjaga relevansi di tengah perubahan pasar, namun di sisi lain, muncul kekhawatiran akan hilangnya identitas yang sudah tertanam kepada pelanggan setia.
Perlu diketahui bahwa rebranding bukan hanya melakukan perubahan logo atau warna visual, tapi juga melakukan transformasi terkait narasi visual atau pesan brand melalui konten-konten yang akan dipublikasikan nantinya. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat melakukan rebranding agar mendapatkan output sesuai harapan:

Adegan TVC My Love yang diproduksi Imajinasi
Menentukan Momentum yang Tepat
Hindari melakukan rebranding hanya untuk mengikuti sesuatu yang sedang trending. Rebranding harus didasari oleh analisis data, target market, dan dinamika pasar agar mampu menghasilkan dampak yang sesuai dengan perencanaan tim marketing. Berikut adalah tiga aspek yang dapat menjadi pertimbangan bahwa perusahaan anda siap melakukan rebranding:
Perubahan demografi dan segmentasi audiens utama:Ā Saat perusahaan perlu memperluas atau shifting ke segmen pasar yang lebih muda tanpa meninggalkan pelanggan lama.
Transisi model bisnis:Ā Ketika nama dan visual brand lama tidak lagi mampu mencangkup variasi produk baru yang lebih luas atau perubahan layanan perusahaan.
Komunikasi visual terasa mulai stagnan:Ā Tampilan identitas visual perusahaan terlihat kuno dibandingkan kompetitor, sehingga menurunkanĀ brand recallĀ di sosial media.
Contohnya?
Sebuah kedai kopi lokal yang sudah beroperasi selama 20 tahun ingin mengubah citra dari kedai kopi tradisional menjadi tempat hangout kekinian. Saat melakukan rebranding, mereka tidak mengubah skema warna hijau ikoniknya, melainkan memperbarui desain, talent, hingga gaya bahasa penceritaan pada video promosi digital mereka.

Adegan TVC My Love yang diproduksi Imajinasi
2. Strategi Kampanye Visual untuk Menjaga Loyalitas Konsumen
Risiko terbesar saat melakukan rebranding adalah pelanggan lama akan ākagetā dengan perubahan yang terjadi dan tidak mengenali brand anda. Untuk menghindari hal tersebut, berikut adalah strategi yang dapat dilakukan tim internal anda agar transisi saat rebranding terasa lebih āhalusā:
Video berbasis storytelling: Ā Menyampaikan pesan bahwa rebranding dilakukan untuk memberikan kualitas layanan yang lebih baik melalui video storytelling yang engaging.
Memproduksi video yang memorable dan emotional: Memproduksi video kampanye utama yang menonjolkan apresiasi kepada pelanggan lama sebagai bagian dari perjalanan tumbuh bersama perusahaan.
Konsistensi visual di seluruh media publikasi:Ā Memastikan warna, copywriting, bahkan pencahayaan aset / video yang diunggah di media sosial selaras dengan identitas brand yang baru.
Contohnya?
Sebuah brand skincare melakukan rebrandingĀ kemasan dan logo menjadi lebih minimalis. Untuk mencegah kebingungan konsumen di pasaran, tim produksi membuat video kampanye yang memperlihatkan transformasi kemasan lama menjadi kemasan baru, disertai visual yang lebih elegan dan relevan.

Adegan TVC My Love yang diproduksi Imajinasi
Perencanaan Produksi Aset Konten Iklan Pasca-Rebranding
Setelah perusahaan anda telah menentukan identitas baru, yang harus anda lakukan adalah memproduksi konten / aset menggunakan visual baru tersebut. Perusahaan membutuhkanĀ Production HouseĀ berpengalaman yang tidak hanya mampu mengeksekusi brief secara teknis, tetapi juga memahami kebutuhan brand. Berikut adalah 3 aset yang dapat anda produksi untuk rebranding:
Hero-content:Ā Berupa video sinematik berkualitas yang berfungsi sebagai materi utama kampanye anda dan menjadi medium pengenalan wajah baru brand di media massa.
Video konten digital pendek:Ā Membuat perencanaan dengan tim internal tentang variasi video pendek selama 1 quartal untuk berbagai platform media sosial. Perencanaan matang dapat menghasilkan puluhan video dalam 1 hari shooting.
Panduan gaya visual dan bank aset:Ā Membangun brand guideline mulai dari warna, tipografi, hingga moodboard yang nantinya dapat menjadi acuan strandar untuk produksi konten perusahaan di masa depan.
Contohnya?
Sebuah perusahaan ekspedisi melakukan pembaruan logo dan tampilan pada aplikasinya. Untuk mengumumkannya ke konsumen, mereka melakukan pembaruan citra di akun sosial medianya. Perusahaan tersebut memberikan awareness kepada konsumennya melalui iklan digital, video profil perusahaan baru, hingga konten video pendek di sosial media. Metode ini berhasil meningkatkan brand awareness perusahaan dan transisi rebranding terasa lebih halus.
Kesimpulan
Dengan menentukan momentum yang tepat, merancang narasi visual yang sesuai, serta merencanakan produksi video yang terstruktur, rebranding yang dilakukan perusahaan anda akan berjalan lancarĀ tanpa mengorbankan loyalitas pelanggan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Proses transisi visual membutuhkan eksekusi produksi yang presisi agar pesan baru perusahaan anda dapat tersampaikan dengan baik. Imajinasi merupakan production house asal Jakarta yang dapat membantu brand anda mengeksekusi produksi video untuk kebutuhan rebranding. Konsultasikan kebutuhan kampanye video anda bersama tim kreatif kami secara GRATIS!
Erven Jovanka adalah seorang creative writer yang telah memenangi beberapa penghargaan dalam bidang kreatif dan penulisan. Erven dikenal karena kemampuannya dalam menganalisis brief dan menerjemahkannya menjadi karya yang menarik dan orisinal. READ MORE



