top of page

Apakah Agency masih berpengaruh?

Setelah kampanye brand selesai direncanakan, tahap selanjutnya adalah mencari vendor yang dapat membantu mengeksekusi ide kreatif tersebut. Hal sering menjadi konsiderasi sebuah brand adalah merekrut agency yang sudah memiliki production house (PH) sendiri atau production house independen.

Sekilas, keduanya menawarkan layanan yang serupa, namun keduanya memiliki cara kerja dan kualitas output yang berbeda. Sehingga, pertanyaannya bukan lagi mana yang lebih baik, melainkan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan brand anda.



Apa perbedaan agency dengan production house?

Sebelum mengetahui cara kerja keduanya secara detail, anda perlu mengetahui perbedaan secara garis besar. Walau sama-sama memproduksi video, Agency cenderung berfokus pada strategi komunikasi, perencanaan kampanye, dan presence social media. Sementara itu, production house lebih fokus menerjemahkan konsep kampanye anda menjadi karya audio visual melalui proses produksi hingga post-production. Untuk detailnya, berikut adalah perbedaan signifikan antara Agency dengan Production House:


  1. Dari Segi Cara Kerja: Alur Produksi dan Kontrol Kreatif

Walau keduanya bisa mengeksekusi ide kreatif brand anda dengan serupa, baik Agency maupun Production House memiliki alur kerja yang berbeda, hal ini memengaruhi seberapa cepat ide anda bisa dieksekusi. Agency dengan Production House Internal

  • Fleksibilitas produksi cukup terbatas pada resource internal.

  • Skalabilitas yang lebih efisien untuk produksi dalam jangka waktu panjang dengan berbagai jenis output konten, misalkan harus mengunggah puluhan konten dalam 1 bulan di social media.

  • Proses dari strategi hingga eksekusi konten dapat berjalan lebih ringkas karena tidak perlu menjembatani dua tim dari perusahaan yang berbeda.


Production House Independen

  1. Mampu mengembangkan dan memberikan sudut pandang baru terhadap ide kreatif yang sudah direncanakan tim brand sebelumnya.

  2. PH independen umumnya memiliki portofolio sutradara, sinematografer, dan editor yang lebih banyak, sehingga mereka bisa memberikan opsi eksekusi kreatif yang lebih beragam.

  3. Lebih aktif memberikan masukan terkait efisiensi produksi hingga pengembangan storytelling.

2. Dari Segi Budget: Mana yang Lebih Hemat untuk Brand Anda?

Budget sering menjadi pertimbangan utama saat brand hendak memilih partner produksi. Perlu diketahui bahwa harga yang ditawarkan Agency dan Production House dapat berbeda dikarenakan beberapa aspek.

Agency dengan Production House Internal

  • Agency biasanya dapat menawarkan harga bundling yang mencangkup proses strategi dan eksekusi untuk skala masif.

  • Biaya koordinasi dengan beberapa pihak lebih rendah karena proses koordinasi dilakukan oleh tim internal.

  • Risiko budget overrun lebih kecil karena ide kampanye umumnya sudah disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Production House Independen

  • Production House independen umumnya memenangkan proyek melalui proses tender atau pitching, sehingga harga yang ditawarkan mencerminkan harga pasar yang kompetitif.

  • Lebih fleksibel menyesuaikan budget karena Production House berurusan langsung dengan perekrutan kru, pemilihan alat, hingga workflow post-production

  • Production House independen memberikan transparansi penuh terkait pengeluaran produksi, sehingga setiap alokasi dana dapat dipertanggungjawabkan.


  1. Dari Segi Timeline: Kecepatan Eksekusi vs Proses Pengerjaan

Agency dan Production House memiliki cara kerja dengan output yang berbeda juga jika berkaitan dengan waktu pengerjaan, tergantung dengan jenis konten dan skala kampanye yang dibutuhkan brand anda.

Agency dengan Production House Internal

  • Keputusan dapat diambil dalam waktu yang lebih singkat dikarenakan Agency tidak perlu melalui proses pitching yang melibatkan beberapa production house.

  • Agency lebih sesuai untuk brand yang hendak menjalankan campaign musiman, memproduksi banyak konten media sosial, dan meningkatkan awareness akun media sosial

  • Memiliki strategi yang kuat untuk kampanye masif secara keseluruhan dengan output konten yang beragam

Production House Independen

  • Production House independen lebih unggul jika berkaitan dengan proyek (output) besar yang director-driven, seperti TVC, branded film, atau kampanye dengan storytelling kompleks.

  • Production House independen terbiasa menangani dinamika teknis di lokasi shooting dengan cepat, sehingga manajemen proyek di lapangan terjaga.

  • Production House independen bekerja berdasarkan sistem proyek (project-based)


Jadi, apa jasa yang paling sesuai dengan kebutuhan brand anda?

Bagi banyak brand besar, kombinasi keduanya justru menjadi strategi yang paling realistis untuk menjaga kualitas sekaligus efisiensi produksi jangka panjang. Namun, jika anda harus memilih salah satu, anda dapat menjadikan hal ini sebagai pertimbangan:

Pilih Agency In-House Jika…

Kampanye anda membutuhkan pengelolaan kampanye 360 derajat, manajemen media sosial jangka panjang, serta pembuatan konten harian bervolume tinggi (always-on content) dengan tingkat kompleksitas visual yang relatif sederhana.

Pilih Production House Independen Jika…

Tujuan utama anda adalah menciptakan iklan skala besar atau hero content (iklan TVC, branded film, micro series, atauĀ digital ads) yang menuntut penceritaan sinematik dan estetika visual yang mampu membangun ekuitas brand di mata audiens.


Kesimpulan

Setiap jasa memiliki kelebihannya masing-masing. Masih ragu menentukan partner produksi yang tepat untuk campaign anda selanjutnya? Konsultasikan kebutuhan produksi brand anda bersama Imajinasi secara GRATIS! Kami akan memberikan rekomendasi strategi produksi yang paling sesuai dengan kampanye Anda.


Erven Jovanka adalah seorang creative writer yang telah memenangi beberapa penghargaan dalam bidang kreatif dan penulisan. Erven dikenal karena kemampuannya dalam menganalisis brief dan menerjemahkannya menjadi karya yang menarik dan orisinal. READ MORE



bottom of page