top of page

Apa yang perlu dilakukan brand sebelum bekerja sama dengan production house iklan?

Tiap tahun, brand selalu membuat iklan untuk mempromosikan produk terbaru dari kampanye yang dijalankan. Brand tentunya berharap iklan tersebut dapat menggerakkan audiens dan menghasilkan ROI (Return on Investment) tinggi. Banyak brand yang menyerahkan semua produksi iklan ke production house sepenuhnya. Padahal, untuk mendapatkan hasil maksimal, banyak hal yang harus anda persiapkan.

Berikut adalah 5 hal yang wajib anda siapkan sebelum bekerja sama dengan production house agar hasil iklan anda lebih maksimal!


1. Objective: Tujuan utama kampanye

Pertama, brand harus memberikan brief jelas kepada production house mengenai kampanye yang akan dijalankan. Karena nyatanya, production house tidak dapat membuat video yang tepat jika brand belum menentukan pesan yang ingin dicapai melalui video tersebut.

  • Meningkatkan brand awareness.Ā Fokus utama dari objektif ini adalah memperkenalkan visi misi hingga nilai dari perusahaan anda kepada pasar yang lebih luas melalui video yang eye-catching dan memorable.

  • Mendorong konversi.Ā Objektif ini biasanya berfokus untuk menggerakkan audiens untuk melakukan sesuatu, seperti mengunduh aplikasi atau membeli produk setelah menonton iklan anda.

  • Edukasi produk.Ā Terutama jika brand merilis produk baru, video harus dirancang dengan pendekatan naratif yang mampu menyederhanakan penjelasan teknis tentang produk anda dalam video berdurasi singkat.


2. Target Audience: Potensial konsumen produk

Memberikan data audiens yang berkaitan dengan produk anda kepadaĀ production houseĀ akan memengaruhi keputusan production house menyusun alur cerita, dialog, pemilihanĀ talent, hingga musik latar.

  • Data demografi yang jelas:Ā Detail demografi seperti rentang usia, jenis kelamin, hingga wilayah geografis utama tempat target konsumen anda dapat memberi gambaran kepada production house saat hendak mengajukan konsep.

  • Karakteristik psikografi:Ā Sampaikan kepada pihak PH mengenai preferensi gaya hidup audiens anda serta apa yang menjadi ketertarikan mereka di media sosial.

  • Perilaku konsumsi media:Ā Mengetahui platform mana brand dan konsumen anda paling aktif akan menentukan format dan teknik sinematografi yang akan diterapkan saat syuting.



3. Pain Point: Masalah yang dihadapi brand

Sesungguhnya, video iklan dibuat untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi brand. Pain pointĀ atau titik frustrasi konsumen nyatanya merupakan acuan utama production house dalam membuat konsep iklan.

  • Identifikasi masalah pada brand.Ā Sales menurun? Kurangnya brand awareness? Identifikasi setidaknya 1 masalah brand anda yang sekiranya dapat diatas iklan anda.

  • Identifikasi masalah terbesar konsumen:Ā Rumuskan masalah konkret apa yang dihadapi oleh konsumen anda sehingga membutuhkan produk anda sebagai jawaban.

  • Produk hadir sebagai solusi.Ā Elaborasikan manfaat dan fitur dari produk anda ke production house. Sehingga, produk bisa diposisikan sebagai jawaban pada alur cerita iklan anda.



4. Budget: Rentang anggaran produksi

Transparansi mengenai rentang anggaran adalah kunci utama keberhasilan kolaborasi perusahaan anda danĀ production house. Mengetahui batasan dana membantu production house menentukan kualitas dan rancangan proposal kreatif video iklan.

  • Menentukan Skala Produksi:Ā Batasan budget yang jelas memudahkan production house menentukan alur cerita, jenis kamera yang digunakan, desain artistik, hingga jumlah kru yang direkrut.

  • Skalabilitas Komponen Biaya Utama:Ā Tentukan sejak awal pembagian porsi anggaran. Apakah sebagian besar dana akan dialokasikan untuk menyewaĀ Key Opinion LeaderĀ (KOL) terkenal atau untuk kebutuhan efek visual (VFX/CGI)?

  • Dana Cadangan Tak Terduga (Contingency Fee):Ā Idealnya, sisihkan sekitar 10% dari total anggaran Anda untuk mengantisipasi perubahan situasi di lapangan, seperti kendala cuaca atau perpanjangan durasi sewa lokasi.



5. Referensi Video: Gaya visual & tone

Iklan yang dibuat production house tentunya harus selaras dengan kampanye yang sedang dijalani brand anda. Tanpa anda sadari, menyamakan visi tim marketing internal dengan tim kreatif production house sering kali menjadi tantangan terbesar.

  • Referensi warna dan pencahayaan:Ā Kirimkan beberapa contoh potongan gambar atau video dari iklan lain yang mencerminkan visi brand anda kepada production house. Apakah ingin membuat video yang heartwarming? Formal? atau komedi?

  • Tempo video keseluruhan:Ā Sebelumnya, anda harus tentukan kemana iklan anda akan didistribusikan. Jika akan diunggah di sosial media seperti instagram, pastikan video referensi yang anda berikan memiliki tempo video yang lebih dinamis.

  • Analisis iklan kompetitor:Ā Berikan contoh video iklan yang pernah dibuat oleh kompetitor anda sebagai acuan mengenai hal apa saja yang perlu dihindari agar video brand anda bisa lebih menonjol.


Kesimpulan

Mempersiapkan brief yang matang adalah langkah strategis yang akan menjamin kesuksesan kampanye video marketing brand anda anda dan hasil akhir iklan anda berpotensi melampaui target yang telah anda tetapkan.

Namun, jika anda masih belum ada gambaran mengenai iklan apa yang akan anda buat, anda bisa berkonsultasi dengan kami secara GRATIS!Ā Imajinasi adalah production house iklan asal Jakarta yang siap membantu meningkatkan brand awareness brand anda.


Erven Jovanka adalah seorang creative writer yang telah memenangi beberapa penghargaan dalam bidang kreatif dan penulisan. Erven dikenal karena kemampuannya dalam menganalisis brief dan menerjemahkannya menjadi karya yang menarik dan orisinal. READ MORE



bottom of page