Bagaimana cara membuat iklan menggunakan AI? (Part 1: Untuk Brand Owner)
Kecerdasan buatan (AI) kini sudah semakin berkembang. Fenomena membuat iklan komersial menggunakan AI kita semakin marak dilakukan, bahkan oleh brand besar. Beberapa brand besar yang mulai membuat iklan full AI atau secara parsial antara lain Coca Cola, Mcdonald, hingga Heinz. Hal ini memicu perdebatan di industri iklan dan media sosial. Beberapa iklan yang dibuat menggunakan AI tidak jarang mendapatkan kritik, bukan hanya dinilai tidak kreatif, namun juga kritik yang menilai visualnya terasa kaku dan tidak memiliki emosi. Fenomena ini tentunya memengaruhi marketing sebuah brand dan alur kerja produksi. Namun, apakah betul iklan berbasis AI sepenuhnya merugikan brand?
Kelebihan AI untuk Brand: Apakah hanya Efisiensi Budget?
Penggunaan teknologi AI dalam produksi iklan memberikan fleksibilitas operasional yang belum pernah ada sebelumnya. Bagi tim pemasaran yang dituntut menghasilkan campaign berdampak tinggi dengan alokasi sumber daya terbatas, AI menawarkan sejumlah keunggulan strategis yang signifikan.
Pemangkasan Biaya Pra-Produksi
AI memungkinkan penyusunanĀ moodboard,Ā storyboard, hinggaĀ concept artĀ dilakukan dalam hitungan jam. Menurut riset McKinsey, penggunaan alat berbasis AI dalam tahap pra-produksi mampu menghemat biaya operasional pra-produksi hingga 40%, sehingga alokasi anggaran dapat dialihkan ke distribusi media.
Kecepatan Produksi hinggaĀ DeliveryĀ Konten
Produksi iklan konvensional membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk tahap pra produksi, seperti merekrut kru, melakukanĀ castingĀ pemain, serta membangun set lokasi shooting. Sebaliknya, iklan berbasis AI dapat diproduksi dan diselesaikan dalam kurun waktuĀ kurang dari 3 minggu. Kecepatan ini memungkinkan brand merilis variasi konten promosi yang jauh lebih banyak, sehingga tim marketing tidak akan kehabisan stok konten untuk menjagaĀ engagementĀ audiens di media sosial.
Kemudahan Eksperimen Visual Tanpa Mengeluarkan Biaya Tinggi
Ide kampanye dapat dieksplorasi lebih dalam dan dapat dilihat hasil akhirnya bahkan sebelum konten utama selesai diproduksi. Dengan AI, tim kreatif dapat memvisualisasikan skenario kompleks tersebut hanya melalui prompt untuk menentukan mana yang works atau tidak.
Kekurangan AI untuk Brand: Bagaimana dengan Risiko Reputasi?
Di balik kecepatan dan efisiensi anggaran yang ditawarkan, penggunaan AI secara asal-asalan tanpa kontrol kualitas manusia membawa risiko psikologis dan hukum yang dapat merugikan brand dalam jangka panjang.
Reaksi Negatif Konsumen
IklanĀ yang diproduksi menggunakan Ai sering kali memiliki detail yang kurang maksimal. Mulai dari jumlah jari, gerakan mimik wajah, hingga tekstur yang tidak alami, membuat penonton merasa tidak nyaman saat menontonnya.
Masalah Hak Cipta dan Ketidakpastian Legal
AI dilatih menggunakan miliaran gambar yang ada di internet. Hal ini memicu ketidakpastian hukum terkait kepemilikan hak cipta (copyright). Brand yang menggunakan visual buatan AI sepenuhnya berisiko menghadapi gugatan hak cipta atau kesulitan untuk mendaftarkan aset iklan sebagai hak milik eksklusif brand (trademark).
Hilangnya Koneksi Emosional dan Identitas Unik Brand
Iklan yang berhasil adalah iklan yang mampu menyentuh emosi manusia karena dari sini lah loyalitas konsumen lahir. AI belum mampu mereplikasi kedalaman emosi yang dibangun oleh manusia pada sebuah karya. Hal ini dapat membuat iklan anda berisiko terasa generik dan mudah dilupakan.
Tips untuk Brand Owner: Memanfaatkan AI Tanpa Mengorbankan Identitas Brand
Bagi pemilik brand, tantangan utamanya bukanlah memilih antara memproduksi iklan dengan AI atau bukan, melainkan bagaimana mengintegrasikan AI ke dalam strategi pemasaran secara proporsional.
Jangan Gunakan AI untuk Menentukan Pesan Utama Kampanye
Pesan utama kampanye, brand values, serta penciptaan karakter utama (sepertiĀ mascotĀ atau alur cerita emosional) harus tetap dirancang dan dieksekusi oleh manusia. Gunakan AI hanya sebagai alat pendukung untuk memperkuat eksekusi visual, bukan sebagai penentu arah komunikasi utama dari kampanye Anda.
Gunakan AI untuk Konten Pendukung
Setelah video utama diproduksi melalui proses shooting secara langsung, AI dapat anda gunakan untuk membuat konten pendukung menjadi format media yang berbeda. AI dapat membantu mengubah rasio video atau digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar yang tidak maksimal.
Gunakan AI sebagai Alat Visualisasi Konsep Awal dengan Agensi
Gunakan AIĀ pada tahap awal pengerjaan kampanye untuk membantu tim internal dan pihak agensi memvisualisasikan ide-ide abstrak. Hal ini membantu menyamakan persepsi antara brand owner dan tim kreatif sejak awal.
Kesimpulan
Penggunaan AI dalam dunia periklanan adalah bagian dari perkembangan teknologi yang tidak bisa dihindari. Namun, keberhasilan sebuah kampanye iklan tidak pernah ditentukan oleh seberapa canggih alat yang digunakan, melainkan oleh seberapa kuat pesan emosional yang mampu brand anda sampaikan kepada audiens.
SebagaiĀ production houseĀ iklan yang berfokus pada kualitas produk yang diproduksinya, kami memastikan setiap konten yang diproduksi memiliki kedalaman cerita yang mampu membangun koneksi emosional dengan audiens brand anda. Konsultasikan kebutuhan kampanye video anda bersama tim kreatif kami secara GRATIS!
Erven Jovanka adalah seorang creative writer yang telah memenangi beberapa penghargaan dalam bidang kreatif dan penulisan. Erven dikenal karena kemampuannya dalam menganalisis brief dan menerjemahkannya menjadi karya yang menarik dan orisinal. READ MORE



